The New Normal

By erny's journal - 09.33.00



Nggak terasa sudah masuk bulan Mei di tahun 2020 ini. Tahun yang personally banyak banget kejutannya untuk saya dan mungkin kamu!

Saya mengawali tahun ini dengan penuh semangat. Soalnya, awal tahun lalu saya dan suami dapet kabar membahagiakan yaitu, saya hamil. Soon, saya akan sharing pregnancy story di blog ini juga agar terdokumentasi dengan rapi. Lalu di bulan kedua, kami mulai was-was karena ada rencana short trip ke Bali, tetapi kabar tentang penyebaran virus corona ke seluruh penjuru dunia semakin sering kami dengar. Jujur, waktu itu maju mundur karena kondisinya saya sedang hamil muda dan kabar soal virus corona yang semakin sering kami dengar. Tapi di sisi lain sedih juga karena tiket penerbangan dan penginapan sudah kami beli sejak bulan Januari, sebelum saya tahu kalau hamil. Atas berbagai pertimbangan, saya dan suami memutuskan untuk tetap liburan walau endingnya kami nggak enjoy-enjoy amat.

Tapi sekarang kami mensyukurinya. Keputusan untuk liburan selama 5 hari 5 malam itu rupanya pilihan yang tepat. Karena tak sampai satu bulan kemudian kondisi di Indonesia berubah sejak kabar pasien pertama yang terjangkit covid-19 ditemukan. Lalu waktu berjalan begitu cepat hingga di minggu keempat bulan Maret kantor saya dan suami memberlakukan kebijakan work from home.

Sejak covid-19 jadi masalah serius, banyak hal yang berubah. Orang bilang banya hal yang jadi the new normal. Beberapa hal berikut ini yang menjadi the new normal versi saya: 

Melakukan Segala Aktivitas di Dalam Rumah


Mulai dari kerja, mencuci pakaian, masak, semuanya dari rumah. Kalau sebelumnya soal kerja di kantor, lalu baju dilaundry, dan seringkali beli makanan via aplikasi online, maka sekarang nyaris setiap hari dilakukan sendiri di rumah. Sejujurnya ini mengerikan saat saya membayangkannya. Kebayang rasa lelahnya, kebayang gimana bagi waktunya, dan kebanyak gimana membosankannya. Yah, intinya seperti yang sempat saya ceritakan di tulisan sebelumnya tentang My Life Lately

Setelah satu setengah bulan menjalaninya, semua ini menjadi hal normal yang baru. Oiya, saya juga merasa jadi lebih nyaman di rumah. Mungkin karena saya dan suami memutuskan untuk membeli beberapa perabotan yang memudahkan kami mengelolah rumah setiap hari. Yang terbaru, akhir April kemarin saya beli meja kerja baru! Sungguh impulsif, tapi lega karena home office semakin nyaman. Jadi kalau mau santai di sofa atau ngobrol-ngobrol duduk di ruang makan. Anggap aja home cafe. Kalau kerja ya di meja kerja. Rasanya lebih kondusif! 



Kalau Bisa Online, Semuanya Online


Sebagai pecinta kepraktisan, saya sangat mengandalkan layanan internet selama masa karantina covid-19 ini. Nggak kebayang kalau kondisi ini saya alami 10 tahun silam. Duh, pasti mati gaya dan level stresnya mungkin makin parah! Selama masa karantina ini, nyaris 90% aktivitas belanja kebutuhan sehari-hari saya lakukan melalui online. Mulai dari belanja sayuran bahkan hingga belanja obat-obatan. 

Untuk urusan belanja sayuran dan makanan frozen, saya ngandelin info-info dari temen-temen yang sama-sama tinggal di Jogja. Tapi kalau urusan obat, saya ngandelin banget aplikasi Halodoc. Apalagi saat akhir April lalu konsultasi kehamilan, dokter kandungan saya sudah mewanti-wanti kalau misalnya vitamin habis dan kondisi badan fit, sebaiknya nggak perlu konsultasi ke rumah sakit. Alasannya jelas sih, karena kita nggak pernah tahu kan orang yang jadi carrier virus corona tersebut? Terlebih lagi banyak orang yang mengidap tanpa menunjukan ciri-ciri virus corona


Itu tadi, kalau bisa online ya saya usahain online. Bahkan sebelum virus corona merebak, saya memang getol memanfaatkan aplikasi Halodoc. Inget banget waktu awal kehamilan, saya cari testpack malem-malem lewat aplikasi tersebut. Sempet juga di awal April kemarin sembelit parah dan berniat konsultasi dengan dokter di Halodoc. Once again, saya merasa sangat dimudahkan sehingga melewati fase-fase sulit dalam karantina ini terasa lebih mudah. 

Beberes pun Jadi Hiburan 


Membayangkan banyak waktu dihabiskan di rumah awalnya cukup menyenangkan. Nggak heran, awal-awal ada kebijakan work from home banyak tips-tips mengatasi kebosanan di rumah. Salah satunya dengan nonton film atau serial di Netflix. Tapi buat saya pribadi, hal itu sudah masuk di fase membosankan juga. Karenanya pikiran dituntut untuk kreatif menciptakan aktivitas yang menghibur. Sampai-sampai beberes pun sekarang jadi hiburan! Melihat rumah rapi, lantai kinclong, dan juga wangi menjadi poin tersendiri yang membuat saya merasa nyaman beraktivitas 24 jam penuh di dalam rumah.

Itulah beberapa hal yang menjadi the new normal versi saya. Jujur, saya ingin pandemi ini segera berakhir. Tapi, di sisi lain saya mulai takut karena sudah terbiasa di rumah. Fase beradaptasi untuk kembali banyak beraktivitas di luar tiba-tiba tampak agak menakutkan untuk saya. Well, apakah kamu juga punya pikiran yang sama dengan saya?

  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. Aku setuju banget dengan semua-muanya serba online. Selama ini kita terlena dengan melakukan kegiatan secara offline, belum terbiasa dengan hal-hal yang berbau online dan jarak jauh. Padahal, berkegiatan secara online juga kadang lebih menyenangkan, efisien, juga cepat. Misalnya ketika membeli barang atau sayuran untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau aku sendiri mengandalkan ke-online-an ini untuk meeting dengan rekan-rekan kantor. Hehe.

    BalasHapus